Tampilkan postingan dengan label kata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kata. Tampilkan semua postingan
Aku tak akan lagi memintamu terus berada di dekatku,
asal jarakmu masih dalam jangkauanku.
Aku tak akan lagi mengharapmu merindukanku setiap hari,
asal kutahu kalau rengkuhanmu masih tak terlalu jauh.
Aku tak akan lagi membuatmu ada selalu untukku,
asal hatimu tak terlalu dingin untuk berbagi.

Apakah kau tahu,
cukup menikmati hangatnya mentari senja setiap hari, aku tahu kau selalu ada untukku.
cukup menyeduh coklat panas tiap aku mengingatmu, aku tahu rengkuhmu tak akan pernah jauh.
cukup mendengarkan gemericik rintik hujan, aku tahu kau mampu rasakan aku di tiap helamu.

Biarkan saja,
setiap hal tentu memiliki jalannya sendiri.
namun kali ini aku tak akan lagi menjadi air, yang hanya mau mengalir, lalu jatuh..
aku tak akan lagi jatuh padamu.

Antara kita telah menjadi kata, menjadi cerita kecil di suatu sudut kota.
aku percaya, telah kita lakukan semua agar kata tetap menjaga kita, namun aku dan kamu, ternyata memiliki jalan yang berbeda.
Karena seburuknya belenggu adalah kebebasan, dan seburuknya kebebasan adalah 'asalkan', maka kita memilih untuk diam dan bertahan, namun sendirian.

Dan tibalah kita pada suatu permulaan berwujud perpisahan.
Aku percaya ada kejutan menanti kita, mungkin dalam rupa harapan, ataupun teguran.
dan kini, aku tahu, tak akan lagi ada belenggu.